Oktober 25, 2020

Situs Pangguyangan Badak Putih

Siapa sangka bahwa di tengah kota Cianjur terdapat salah situs yang
cukup penting dalam riwayat pemilihan lokasi sebagai kota, yaitu mata
air yang dikenal dengan “pangguyangan badak putih” (pemandian badak
putih). 

Situs ini terletak di jalan Siti Jenab, di bawah pohon beringin besar
di pojok depan kantor pegadaian Cianjur. Berdasarkan cerita mata air ini
digunakan sebagai sumber air utama pada masa-masa awal perkembangan
kota Cianjur. Karena kadar air yang terjaga, bahkan saat musim kemarau
menjadikan lokasi ini sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat pada
waktu itu, terutama bagi para penduduk koloni Belanda.

Keberadaan mata air ini cenderung lebih banyak dipergunakan dan dikuasai
oleh orang-orang Belanda untuk kebutuhan mereka, oleh karena itu
berkembang sindiran kepada orang Belanda terhadap perlakuan tersebut
dengan menyebut istilah pangguyangan badak putih. Badak putih maksudnya
adalah sebutan satir untuk penduduk koloni Belanda yang tinggal pada
masa penjajahan di Cianjur.  


Situs ini cukup dikenal oleh penduduk sekitar kota Cianjur, namun
keadaannya saat ini cukup memprihatinkan. Karena lokasinya di
tengah-tengah aktifitas pasar induk dan jalan raya, situs ini tidak
terurus dan cenderung menjadi tempat pembuangan sampah. Hal ini
sepatutnya mendapatkan perhatian dari pihak yang terkait dengan
pengelolaan situs bersejarah, terutama yang berhubungan dengan
perkembangan kota Cianjur.

Mata air yang lebih menyerupai sumur ini kini ditutup dengan struktur
tembok beton dan dilapisi keramik. Lubang sumur masih dapat terlihat
dari kolong tutup beton. Di sampingnya terdapat pohon beringin besar
yang berusia ratusan tahun dengan diselingi beberapa pohon lain seperti
mangga dan pohon nangka yang menambah rimbunnya lokasi situs.
Dongeng asal-usul pangguyangan badak putih dalam bahasa Sunda telah
ditulis dan diterbitkan secara luas. Agar lebih jelas mengenai buku
dongeng Cianjur tentang pangguyangan badak putih maupun dongeng-dongeng
cianjur lainnya, silahkan klik website Perceka Art Centre
 
Sebagai warga yang masih memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai
sejarah, kita memiliki tanggungjawab untuk menjaga kelestarian
situs-situs kota semacam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *