Juli 16, 2020

Lonceng Batavia 1774, berdiri kokoh selama dua abad lebih

Apakah Sobat CH ngeuh kalau di
jalan yang sering kamu lewati di seberang alun-alun Cianjur terdapat satu objek
yang punya nilai sejarah yang tinggi? Kalau tidak, CH kali ini akan membahasnya.
Ya, objek itu adalah sebuah lonceng bersejarah dengan tulisan BATAVIA berangka
tahun 1774. Apa sih Lonceng Batavia
1774 ini? Ayo kita telusuri!
Sebenarnya sebutan “Lonceng Batavia 1774” adalah istilah yang dibuat CH
saja berdasarkan tulisan yang tertera pada badan lonceng. Lonceng logam
(mungkin besi) ini berukuran besar, yang digantung pada dua buah tiang beton.
Letaknya berada di sisi timur dari gebang kantor bupati Cianjur, tepat di belakang
pos penjagaan Satpol PP.

Lonceng ini berada di dalam pagar utara kompleks kantor bupati Cianjur.
Berdiri dengan kokoh selama ratusan tahun. Kalau dilihat dari seberang jalan
Siti Jenab, lonceng ini dapat diamati dengan jelas. Lebih tepatnya berada di seberang
sisi selatan alun-alun di jalan Siti Jenab. Jl. Siti Jenab adalah salah satu
jalur utama perlintasan umum untuk menuju ke pasar induk Cianjur. Pada era pemerintahan
Daendels jalan Siti Jenab (mungkin dulu bukan ini namanya) adalah salah satu ruas
jalan utama perlintasan pos, atau yang lebih dikenal sebagai jalur pos
Anyer-Panarukan.
Ukuran diameter lonceng ini sekitar 70 cm pada bagian mulutnya dan 40 cm
pada bagian pangkalnya. Tinggi badan lonceng sekitar 60 cm dan dicat berwarna
emas. Lonceng digantung pada pelat baja di sepasang tiang beton setinggi  4 meter. Masing-masing tiang ini berukuran
50×50 cm yang kondisinya masih kokoh sampai sekarang. Kedua tiang ini bersatu
di bagian atas yang berbentuk datar. Sedangkan bagian dalamnya berbentuk
lekukan atau kurva yang meruncing dan bertemu di bagian puncaknya.
Di bagian atas badan lonceng terdapat tulisan timbul yang melingkarinya
berbahasa Belanda “• I • COCETEM • IN •
T • AMBAC…..OUARTIT • TOT  • BATAVIA •
1774
“. Sayang sebagian
hurufnya tidak dapat dibaca dengan jelas karena telah aus. Mungkin karena karat
atau tertimpa beberapa kali lapisan cat besi. Tulisan ini diapit dua garis
timbul di atas dan di bawahnya, juga dihiasi dengan ornamen motif tumbuhan.
Mungkin daun atau bunga.    
CH belum dapat menelusuri keterangan yang jelas mengenai kapan dan
bagaimana proses pemerolehan lonceng ini. Tentu diperlukan penelusuran lebih
dalam dari berbagai dokumen pada masa kolonial Belanda untuk mengungkapnya.
Kalau sobat CH punya info tambahan, sangat CH tunggu untuk melengkapi wawasan
sejarah di Cianjur ini. Yang jelas, lonceng ini adalah salah satu bukti
hubungan kerjasama yang erat antara pemerintahan Cianjur dengan pemerintah
Belanda pada masa lalu.
Lonceng seperti ini tampaknya tidak hanya terdapat di Cianjur saja. Karena
penasaran, CH mencoba berselancar di internet untuk mencari info tentang
lonceng-lonceng bersejarah di Indonesia. Ternyata, di beberapa daerah di
Indonesia juga memiliki lonceng yang terletak di dalam kompleks kantor
pemerintahannya. Misalnya saja di kompleks Keraton Cirebon, yang pada masa lalu
loncengnya digunakan sebagai penanda waktu sholat. Lalu ada juga di kompleks
kantor bupati Kulonprogo dan Kantor Gubernur Jawa Timur. Di Kebun Raya Bogor
juga terdapat satu buah lonceng peninggalan Belanda. Lonceng-lonceng itu didapatkan
dari masa pemerintahan kolonial sekitar abad ke-17 dan 18.
Saat ini lonceng Batavia 1774 masih dipelihara dengan baik oleh pemkab
Cianjur. Hal ini terlihat dari penggantian cat secara berkala baik pada tiang beton
penyangga yang berwarna putih, maupun pada warna lonceng itu sendiri yang
selalu diberi warna emas. Selain itu, lonceng ini sampai sekarang masih
digunakan sebagai tanda dimulai dan berakhirnya waktu kerja di kompleks kantor
pemerintah kota Cianjur.
Buat sobat CH yang masih penasaran tentang wujud asli lonceng ini,
silahkan mampir sejenak bila melewati Jl. Siti Jenab, sebelum Pasar Induk
Cianjur. Gratis kok. Sama sekali tidak dipungut biaya. Cukup meminta izin ke
petugas Satpol PP yang selalu siap menjaga di gerbang utama kantor pemkab
Cianjur ini.
Sekian dulu untuk tulisan kali ini. Jangan lewatkan penelusuran Cianjur
Heritage ke lokasi lainnya ya Sobat! Semoga bermanfaat 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *